Random Image

Who's Online

We have 1 guest online
Advertisement
Smile, An Everlasting Smile. Print E-mail

Image

(Ogi, Dino, Andre, Adit Lubis di IAAC 2005)

Sudah lama komunitas ini berdiri. Bermula dari sebuah tim kecil-kecilan dengan anggota beberapa teman main, kemudian mencoba berkomunitas lebih terorganisir hingga bermetamorfosa menjadi sebuah klub, dan pada akhirnya menjadi sebuah organisasi yang mapan setelah ditinggalkan para pendirinya sekarang.

 

Semua yang dicapai dalam perjalanan hidup klub ini tidak lain dan tidak bukan adalah buah karya dari seluruhanggota yang pernah bernaung didalamnya.

 

Entah itu sebuah prestasi atau pencapaian, resmi maupun non-formal, semua tidak lepas dari peran serta aktif para anggotanya. Memang, dalam organisasi sekecil atau se-sepele apapun  pasti pernah ada yang namanya intrik dan politik dan kami pun pernah melaluinya.

 

Sepanjang perjalanan tercatat juga terjadinya beberapa kesalahpahaman antara teman, namun alhamdulillah akhirnya pertemanan berhasil mengatasi semuanya.  Hikmah yang didapat semakin menegaskan bahwa jika dimulai sebagai teman maka seterusnya pun pertemanan harus diutamakan.

 

Ada satu yang tidak pernah berubah disini, senyum. Ya, benar, komunitas ini didirikan berdasarkan dengan azas mutlak, yakni senyum dan tawa. Pada akhirnya, senyum dan tawa lah yang menjadi tujuan utama semua kegiatan kita. Bebas dari stress, suasana kompetitif, dan segala kepenatan rutinitas dalam realita hidup sehari-hari.

Senyum tersebut sudah lama hilang terutama bagi para veteran yang sekarang telah menyandang status "(Ret)" alias Retired di belakang namanya, tapi dengan munculnya album kenangan seperti ini diharapkan bisa mulai menuai senyum-senyum yang lama hilang, dan menjadi obat kangen bersama yang abadi.

 

Siapapun yang pernah merasakan bergabung dengan Code 4 angkatan lama pasti tahu betul akan unsur senyum dan tawa ini. Bisa dikatakan, ada kombinasi yang aneh antara keseriusan dan ketidak-seriusan kegiatan Code 4 dulu. Dalam hal perlengkapan dan beberapa aspek realisme memang serius, namun pada akhirnya permainan justru ditujukan supaya semua senang dalam tawa. Tidak ada sama sekali suasana kompetitif, skirmish, wargame camp atau apapun itu tidak pernah dilakukan dengan tujuan untuk 'menang'. Kita bermain untuk teman kita, supaya teman kita pulang dengan senyum dan tawa, mengingat suasana permainan yang kadang dramatis dan lebih sering lagi berakhir konyol bak lawakan.

 
< Prev



Google PageRank Checking tool